Risoles Pengobat Rindu

Risoles Pengobat Rindu
Risoles Pengobat Rindu

Banyak hal yang bisa membuat anda rindu akan kampung halaman. Begitu berasanya kare kepiting bikinan ibu, melihat bapak yg begitu pendiam dan misterius tapi penuh kehangatan, polah tingkah keponakan yang aduhai, atau sekadar mengenang menyusuri jalanan kota yang dulu selama 10 tahunan lebih menjadi arena bermain saya.

Tapi, tidak semua kerinduan berasal dari kenangan masa silam berjarak satu atau dua dekade tahunan. Kadang, ada kenangan yang begitu mendalam yang muncul begitu saja beberapa hari, beberapa minggu lalu. Salah satu di antaranya adalah risoles.

Terakhir pulang ke kampung halaman, ibu biasa menyuguhkan cemilan pagi setelah sarapan. Jenisnya beragam, jumlahnya juga lumayan. Yang pasti kami tak perlu berebut, semua kebagian dan tandas dalam hitungan jam.

Dari beragam jenis itu, salah satunya adalah risoles. Di sejumlah situs masakan, melihat bentuknya, risoles ini dinamai American Risoles. Kenapa disebut begitu, mungkin karena bahan-bahannya yang sedikit beda dengan risoles pada umumnya. Selain sayur mayur, ada kandungan mayo segar dengan kulit yang renyah dan rasa yang nendang. Mayo itu yang kemudian saya identikkan, saya hubung-hubungkan dengan panganan ala Amerika, meski dalam sejarahnya tidak begitu. Gurih, ada manisnya, juga sedikit asin, plus pedas ringan dari saos sambal yang ditambahkan.

Entahlah, apa karena lidah saya yang gampangan, atau level kualitas saya dalam mencicipi makanan yang terlalu rendah dan cita rasa yang kurang tinggi, tapi saya tetap merasa risoles ini enak dan bikin nambah. Istri saya sependapat dengan saya. Besoknya, dan besoknya lagi, sampai saya meninggalkan kampung halaman, saya meminta ibu saya untuk membelikan risoles ini setiap pagi.

Dan akhirnya kesan itu terbawa hingga di mana saya berada saat ini. Saya merindukan risoles itu, saya mengenang setiap gigitan renyah dengan mayo dan mungkin sedikit keju yang meleleh keluar. Rasanya yang manis, tapi tidak berlebihan, juga sedikit asam dari mayonya, begitu membekas. Istri saya tahu pasti hal itu.

Bisa jadi karena tertantang untuk mengakhiri kerinduan suaminya akan risoles, istri saya pun membuat panganan ini menurut versinya sendiri. Saya diajaknya belanja, mulai dari mencari mayo di supermarket, quickmelt cheese, sosis, tepung roti dan entah apa lagi. Setelahnya, dia langsung pergi ke dapur, mengolah sedemikian rupa, mulai dari buat kulitnya, motong sayur, telur dan sosis, ‘menyelimuti’ dengan putih telur dan tepung roti, masukin ke lemari pendingin, sampai akhirnga digoreng. Hasilnya?

Wow!! 11 12. Kerenyahan, manisnya, sedikit rasa asam dari mayo dan keju, hampir semuanya membuat saya girang bukan kepalang. Rindu saya terpenuhi. Dan hebatnya lagi, istri saya tak sungkan membagi bagaimana dia bisa memadamkan kerinduan saya lewat blognya di http://kacamatawidya.wordpress.com. Kalian harus membacanya.

#oktober2015 #catatanhatiseorangsuami

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s